KOMIKAZEBACA KOMIK GRATIS

The Youngest Member Filming a Parenting Show is Adorable

Chapter 2

Di tengah musim dingin yang membekukan, seorang anak ditemukan sendirian di jalanan dan kemudian tinggal di panti asuhan negeri. Dia Lebih cerdas dan lebih lahap makan daripada anak-anak lain, ia hanya punya satu mimpi sederhana: menjadi pemilik toko kue yang hebat! Tapi suatu hari, hidupnya berubah total. “Aku nggak mau jadi putri keluarga bangsawan! Aku maunya bikin kukis!” Tanpa diduga, ia terpilih sebagai kandidat awakened dan diangkat menjadi anak angkat keluarga Pasayen, dengan nama baru: Shuperty Pasayen. Ia memang menerima adopsi itu karena dijanjikan tetap boleh memanggang kukis di keluarga Pasayen. Namun rumah baru, keluarga baru, dan lingkungan yang serba asing membuat semuanya terasa sulit dan membingungkan. Lalu tiba-tiba— [Undangan tampil di program pengasuhan !] [Hadiah Quest: Berkah para Raja Roh] “…Quest?” [Raja Roh Emosi ‘*’ menyuruhmu menari goyang pantat.] [Raja Roh Air ‘*’ menyuruhmu berpose imut sambil menusuk pipi pakai jari.] Di bawah sistem variety show aneh yang membuatnya semakin kuat setiap kali menunjukkan sisi imutnya, Shuperty pun mulai menjalani quest demi quest dari para Raja Roh yang tampaknya punya agenda pribadi. “Hahaha, kalau kau berhasil membuat kontrak dengan Raja Roh, aku akan memberimu hadiah yang luar biasa.” “Raja Roh? Kalau memang bisa membuat kontrak dengan mereka, itu tentu kehormatan besar!” “Kalau begitu… jika Anda nanti membuat kontrak dengan Roh Api, bisakah meminta satu untuk menjaga tungku dapur kami? Belakangan ini tungkunya sering sekali rewel…” Berkat berkah para roh, keluarga Pasayen mulai menyayanginya. Tapi kenapa para Raja Roh itu begitu serius padanya? Dan kenapa quest yang mereka berikan lama-lama malah makin aneh?! Kisah survival Shuperty pun dimulai— seorang gadis kecil yang mungkin akan menyelamatkan dunia dengan kelucuannya...(mungkin?)

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17Page 18Page 19Page 20Page 21Page 22Page 23Page 24Page 25Page 26Page 27Page 28Page 29Page 30Page 31Page 32Page 33Page 34Page 35Page 36Page 37

Klik untuk melihat atau memberikan komentar